IHSG Hari Ini: Analisis Pergerakan dan Sentimen Pasar 5 Agustus 2026
Indeks dibuka menguat ditopang sektor perbankan dan energi, sementara pelaku pasar menanti sinyal kebijakan Bank Indonesia pekan depan.
Nadia Rahmawati
5 Agustus 2026 · 5 menit
Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat 0,6% pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026, melanjutkan momentum positif sesi sebelumnya. Menjelang penutupan sesi pertama, indeks bertahan di teritori positif dengan penguatan 1,2% ke level 7.842, ditopang saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan energi.
Faktor Penggerak Pasar
Sentimen global menjadi pendorong utama. Penutupan bursa Wall Street yang menguat semalam, disertai pelemahan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun, membuka ruang bagi arus dana masuk ke pasar negara berkembang. Indeks dolar yang melandai turut menopang nilai tukar rupiah ke kisaran Rp 15.920 per dolar AS.
Dari dalam negeri, pelaku pasar mengantisipasi Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan depan. Konsensus ekonom terbagi antara skenario penahanan suku bunga acuan dan pemangkasan 25 basis poin, dengan data inflasi terkini yang tetap berada di dalam rentang sasaran memberi ruang pelonggaran.
Harga komoditas juga memberi dukungan. Penguatan harga batu bara acuan dan bertahannya harga minyak sawit mentah di level tinggi menopang ekspektasi laba emiten sektor energi dan perkebunan pada kuartal ketiga.
Sektor yang Perlu Dicermati
- Perbankan: menjadi penopang utama indeks, dengan minat beli asing terkonsentrasi pada bank berkapitalisasi besar.
- Energi: menguat seiring harga komoditas, meski volatilitas tetap tinggi mengikuti sentimen permintaan global.
- Konsumer: bergerak terbatas, menanti data penjualan ritel dan indikasi daya beli menjelang akhir tahun.
- Teknologi: masih tertekan oleh ekspektasi profitabilitas yang belum sepenuhnya terkonfirmasi.
Aliran Dana Asing
Investor asing tercatat membukukan pembelian bersih di pasar reguler pada dua sesi terakhir, memutus rangkaian penjualan bersih sepanjang pekan sebelumnya. Konsentrasi pembelian berada pada saham indeks utama, mengindikasikan penempatan bersifat alokasi indeks ketimbang seleksi saham individual.
Outlook Penutupan
Secara teknikal, IHSG bergerak di atas rata-rata pergerakan 20 hari dengan indikator momentum yang belum memasuki area jenuh beli. Level resistensi terdekat berada di kisaran 7.900, sementara level support pertama berada di 7.760.
Selama arus dana asing bertahan positif dan rupiah stabil, ruang penguatan indeks masih terbuka menuju akhir kuartal.
— Catatan riset harian InvestorPost.id
Pelaku pasar disarankan mencermati rilis data cadangan devisa dan perkembangan harga komoditas global sebagai penentu arah jangka pendek.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi investasi.
Nadia Rahmawati
Market Reporter
Nadia Rahmawati meliput pergerakan harian pasar saham, obligasi, dan valuta asing untuk InvestorPost.id.
Kolom komentar dinonaktifkan.
Diskusi di Komunitas →